Banyuwangi, 6 Jaunari 2026 – Sebagai bagian dari pembelajaran di luar kelas, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Banyuwangi mengikuti pelatihan wirausaha di Bakpia Pathuk 75, Yogyakarta. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis dalam dunia kewirausahaan sekaligus menumbuhkan keterampilan inovatif yang relevan dengan kompetensi abad ke-21.

Pelatihan berlangsung sepanjang hari dan berjalan dengan lancar. Mahasiswa dibimbing langsung oleh para pengelola Bakpia Pathuk 75 untuk memahami seluruh proses produksi bakpia, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan adonan, pencetakan, pengovenan, hingga pengemasan produk siap jual. Selain mempelajari teknik produksi, mahasiswa juga diajak berdiskusi mengenai strategi pemasaran, pengelolaan modal usaha, serta inovasi produk untuk menghadapi persaingan pasar.

Selama pelatihan, mahasiswa aktif memberikan komentar dan bertanya terkait berbagai tantangan wirausaha. Salah satu mahasiswa menyatakan, “Pelatihan ini sangat membuka wawasan kami. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga merasakan proses produksi secara langsung, memahami pentingnya ketelitian, kreativitas, dan manajemen waktu dalam usaha.”

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Miskawi, M.Pd, menguatkan kegiatan ini dengan menekankan bahwa pembelajaran tidak harus terbatas di ruang kelas. “Kegiatan seperti pelatihan wirausaha ini memungkinkan mahasiswa belajar secara kritis, inovatif, dan aplikatif. Mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir strategis, kreativitas, dan kemandirian, yang semuanya penting bagi pembelajaran abad ke-21,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa, memperluas wawasan praktis, serta menjadi inspirasi bagi pengembangan metode pembelajaran kreatif dan aplikatif dalam pendidikan sejarah. Dengan pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan secara langsung dalam kehidupan nyata.

