Banyuwangi – Acara Dialog Gesah Sejarah ke-2 yang digelar pada Sabtu, 10 Januari 2025, melalui Zoom Meeting, berhasil menghadirkan diskusi mendalam mengenai pentingnya sejarah dalam membentuk identitas bangsa. Tema “Sejarah dan Identitas Bangsa: Menggali Jati Diri Bangsa Membangun Masa Depan” menjadi fokus utama yang mengundang antusiasme peserta dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa hingga pemerhati sejarah.
Wildhan Maulana, M.Pd, narasumber utama, memberikan materi ” Pancasila Sebagai Representasi Budaya dan Identitas Bangsa Indonesia: Suatu Tinjauan Sejarah .
Pancasila sebagai dasar negara Indonesia lahir dari perjalanan panjang sejarah dan budaya bangsa. Nilai-nilainya berakar dari kehidupan pra-aksara, berkembang pada masa kerajaan Hindu-Islam (400–1550 M), direaktualisasi di era kolonial (1800–1908), dan diformulasikan secara resmi dalam perumusan Pancasila (1908–1945). Sejak kemerdekaan hingga kini, Pancasila menjadi pedoman moral, norma hukum, dan perekat persatuan bangsa.
Dengan pemahaman ini, Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi jiwa bangsa yang membimbing Indonesia menjaga persatuan, keadilan, dan identitas budaya hingga masa kini.
Menurut Wildan Maulana, M.Pd bahwa pemahaman sejarah tidak sekadar mengenang peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi cermin bagi bangsa untuk memahami akar identitasnya. Sejarah membentuk landasan nilai, karakter, dan semangat kebangsaan yang sangat penting dalam menghadapi tantangan kontemporer. “Dengan mengenal sejarah, generasi muda dapat lebih menghargai perjuangan para pendahulu, sekaligus membangun masa depan yang berakar pada jati diri bangsa,” ujarnya.

Diskusi yang dimoderatori oleh Hervina Nurullita, S.Pd., MA berlangsung interaktif, di mana peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pandangan mereka. Beberapa pertanyaan peserta menyoroti bagaimana penerapan nilai sejarah dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari dapat memperkuat rasa kebangsaan dan tanggung jawab sosial.

Acara ini menegaskan pentingnya menggali identitas bangsa melalui sejarah sebagai fondasi pembangunan masa depan yang berkelanjutan. Peserta diharapkan dapat membawa pemahaman ini ke dalam kehidupan nyata, baik dalam pendidikan, kegiatan sosial, maupun pengembangan karakter generasi muda.

Dialog Gesah Sejarah ke-2 menunjukkan bahwa sejarah bukan sekadar pelajaran masa lalu, tetapi alat strategis untuk membentuk masyarakat yang sadar akan jati diri dan perannya dalam membangun bangsa.
