Kerja Sama Prodi Pendidikan Sejarah UNIBA Jalin Kolaborasi dengan P3SI untuk Kegiatan Bersama

Surakarta — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Penguatan Jaringan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan jejaring kelembagaan, termasuk kolaborasi Program Studi Pendidikan Sejarah dengan P3SI dalam pelaksanaan kegiatan bersama.

Seminar nasional tersebut mengangkat tema “Penguatan Sejarah Pancasila dalam Pendidikan Tinggi: Perspektif Kebijakan dan Pendidikan Sejarah” dan diikuti sekitar 250–300 dosen serta guru sejarah dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan di Indonesia. Forum ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif kebijakan, praktik pembelajaran, dan penguatan peran pendidikan sejarah dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan tinggi.

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Dr. Ir. Prakoso, MM, menyampaikan bahwa Surakarta dipilih sebagai lokasi seminar karena memiliki peran historis penting dalam perkembangan pendidikan dan pergerakan nasional. Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara yang lahir dari pergulatan pemikiran para pendiri bangsa serta nilai-nilai luhur masyarakat Nusantara.

Prakoso juga menambahkan bahwa seminar nasional ini menjadi ruang akademik yang penting untuk membahas proses historis lahirnya Pancasila, dinamika penerapannya dari masa ke masa, serta relevansinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Menurutnya, penguatan sejarah Pancasila di perguruan tinggi perlu terus didorong agar pemahaman generasi muda terhadap ideologi bangsa semakin kokoh dan kontekstual.

Selain seminar, kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara BPIP dan P3SI yang meliputi pengembangan kurikulum, penelitian bersama, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, juga dilaksanakan penandatanganan MoU dan IA (Implementation Arrangement) antara P3SI dan Program Studi Pendidikan Sejarah sebagai bentuk komitmen kolaborasi dalam pelaksanaan program bersama yang bersifat akademik dan implementatif.

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Miskawi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar nasional ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik dosen dan guru sejarah, tetapi juga membuka ruang sinergi yang lebih luas antarlembaga dalam penguatan pendidikan sejarah dan nilai-nilai Pancasila.

Kami sangat mengapresiasi kegiatan Seminar Nasional dan penguatan jaringan ini karena memberikan ruang kolaborasi yang nyata antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan lembaga negara. Penandatanganan MoU dan IA antara P3SI dan Prodi Pendidikan Sejarah menjadi langkah penting untuk menghadirkan program bersama yang berkelanjutan, khususnya dalam penguatan pembelajaran sejarah, riset, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai Pancasila,” ujar Miskawi, M.Pd.

Sementara itu, Kepala BPIP, Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, MA, Ph.D, menyampaikan rencana BPIP untuk menyusun text book atau buku teks Pancasila bagi pendidikan tinggi pada tahun ini. Penyusunan buku tersebut akan melibatkan berbagai universitas di Indonesia sebagai upaya menghadirkan referensi yang kuat, akademis, dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Fitria Rahmawati, menyambut baik pelaksanaan seminar serta rencana penyusunan buku teks tersebut. Menurutnya, Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa merupakan konsepsi final, namun pemahaman dan pengamalannya di era modern masih perlu terus ditingkatkan melalui pendidikan yang kontekstual, kritis, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, seminar nasional ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Sinergi antara BPIP, UNS, P3SI, dan Program Studi Pendidikan Sejarah juga diharapkan mampu melahirkan berbagai program kolaboratif yang berdampak nyata bagi penguatan pendidikan sejarah di Indonesia. (admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *