Seminar Kewirausahaan “Cyber Digital”

Program Studi Pendidikan Sejarah akan menyelenggarakan Seminar Kewirausahaan bertajuk “Cyber Digital” pada Rabu, 4 Maret 2026, pukul 14.30 WIB sampai selesai, bertempat di Ruang B8-B9. Kegiatan ini terbuka bagi dosen, staf, dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya penguatan wawasan kewirausahaan dan literasi digital di lingkungan akademik. Pendaftaran peserta dilakukan melalui tautan berikut: https://forms.gle/KMKrHNPTEFMg1ZXA8.

Seminar ini menghadirkan narasumber Cahyaningsih Wiwin U., M.Pd., yang akan menyampaikan materi terkait pengembangan semangat kewirausahaan di era digital, pemanfaatan teknologi sebagai sarana produktivitas, serta pentingnya inovasi dalam membaca dan menciptakan peluang usaha. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tantangan dan peluang kewirausahaan berbasis digital, sehingga mampu menyiapkan diri secara lebih adaptif, kreatif, dan kompetitif.

Selain seminar, kegiatan tersebut juga akan dirangkaikan dengan penandatanganan IA (Implementation Arrangement) antara Program Studi Pendidikan Sejarah dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Banyuwangi. Penandatanganan IA ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kerja sama kelembagaan, khususnya dalam pengembangan program-program implementatif yang mendukung penguatan kapasitas mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta sinergi kegiatan akademik dan pemberdayaan berbasis kemitraan.

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah, Miskawi, M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan seminar dan penandatanganan IA ini merupakan bagian dari strategi program studi dalam memperluas ruang belajar mahasiswa, tidak hanya di ranah akademik, tetapi juga pada aspek keterampilan praktis dan jejaring kemitraan. Menurutnya, tema “Cyber Digital” sangat relevan dengan kebutuhan zaman, karena mahasiswa saat ini dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memiliki semangat kewirausahaan yang kuat.

Lebih lanjut, Miskawi, M.Pd. menegaskan bahwa kolaborasi dengan Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Banyuwangi melalui IA diharapkan dapat menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi mahasiswa dan masyarakat. Ia menilai bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi kemasyarakatan merupakan langkah penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih responsif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi generasi muda di era digital.

Panitia juga menyampaikan ketentuan pakaian bagi peserta, yakni bebas untuk dosen dan staf, serta bebas sopan, memakai almamater, dan bersepatu untuk mahasiswa. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Sejarah berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum seminar dan kerja sama kelembagaan tersebut untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja maupun usaha di masa depan (admin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *